Add Line@   Chat via WhatsApp

Article

Zero Waste Solusi Sampah di Indonesia

Di sebuah tempat, di mana sepanjang mata memandang hanya terdapat tumpukan-tumpukan sampah. Tingginya, menyaingi gedung-gedung pencakar langit di sekitarnya. Sebuah robot berebentuk kotak yang diiringi musik tampak bergerak kesana kemari sembari. Robot yang memiliki dua buah mata tersebut mengambil beberapa sampah, menelan dan mengeluarkannya kembali dalam bentuk kotak rapih lalu menyusunnya seperti sebuah puzzle. Anda ingat dengan adegan pembuka film seperti itu?

Adegan pembuka tadi merupakan film berjudul WALL-E yang dirilis pada tahun 2008. Kita tidak berharap WALL-E menjadi kenyataan bukan? Ah, barangkali perlu diingatkan, WALL-E bercerita tentang robot pemadat sampah dengan nama yang sama di sebuah planet distopia yang hanya dipenuhi dengan sampah dan telah ditinggal para penghuninya. Bukan sebuah proyeksi yang menyenangkan bukan bila suatu saat nanti bumi ini hanya akan ditinggali sampah yang sudah tidak bisa ditampung.

Pada dasarnya jumlah penduduk yang banyak tentu akan menghasilkan sampah yang banyak pula. Hal ini dapat dilihat dari peringkat penghasil sampah di dunia. Memuat anda dalam prespektif, Indonesia menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menghasilkan sampah mencapai 187,2 ton per tahunnya. Angka tersebut berada di peringkat ke-2 di bawah China. Hal ini memang didasari Indonesia sebagai peringkat 4 tertinggi dalam jumlah penduduk. Namun sebagai masyarakat tentunya kita selalu ingin Indonesia untuk menjadi lebih baik lagi bukan?

Salah satu hal mendasar yang dapat kita lakukan tentunya dengan tidak membuang sampah sembarangan. Menurut data dari Nature Communications, 4 sungai di Indonesia masuk ke dalam 20 besar peringkat sungai paling tercemar di dunia. Sungai-sungai tersebut ialah, Sungai Brantas (4), Sungai Bengawan Solo (10), Sungai Serayu (14) dan Sungai Progo (19). Dengan tidak membuang sampah sembarangan jelas kita akan membantu masalah pencemaran lingkungan tadi.

Zero Waste

Nah, setelah kita tidak membuang sampah sembarangan, apa lagi yang dapat kita lakukan? Salah satu tantangga berikutnya adalah menghasilkan sampah sedikit mungkin walaupun memiliki jumlah penduduk tertinggi ke-4 di dunia. Zero Waste terbilang sebagai solusi sangat sesuai dengan tantangan yang tertera tadi.

Apa itu Zero Waste? Zero Waste merupakan filosofi yang mendorong kegiatan daur ulang segala jenis barang dan efisiensi penggunaannya. Dengan tujuan utama tidak akan adanya sisa-sisa suatu barang yang perlu ditampung oleh tempat pembuangan akhir dan menciptakan sistem perputan material yang berkelanjutan.

“refuse what you do not need; reduce what you do need; reuse what you consume; recycle what you cannot refuse, reduce, or reuse; and rot (compost) the rest.” 
― Bea JohnsonZero Waste Home: The Ultimate Guide to Simplifying Your Life

 

                Zero Waste saat ini dianggap sebagai salah satu solusi untuk permasalah sampah dunia. Zero Waste merupakan kegiatan yang bisa diterapkan di mana saja baik itu di dalam sebuah pabrik besar, sebuah komunitas dalam masyarakat maupun di dalam satu rumah keluarga kecil.

Zero Waste menawarkan banyak keuntungan. Sistem zero waste yang berfokus pada daur ulang (recycle) dan penggunaan kembali (reuse) untuk mengeliminasi sampah juga limbah jelas menawarkan keuntungan lingkungan yang lebih bersih dan minim sampah. Selain itu dalam segi ekonomi, dengan salah satu tujuan zero waste yaitu keberlanjutan (sustainability) dari perputaran materi maka akan benar-benar menekan pengeluaran.

Kegiatan ini pula yang telah diterapkan Ferma Leather. Ferma memulainya dengan mengumpulkan kembali beberapa limbah bisnis mikro lokal seperti limbah kain perca dan kayu untuk diproduksi kembali. Ferma Leather sebagai bisnis  yang fokus terhadap produksi barang-barang dengan bahan dasar kulit, telah meminimalisir limbah kulitnya untuk dapat diproduksi kembali, salah satunya menjadi label packaging.

Mengahadapi permasalahan sampah, zero waste jelas bisa menjadi salah satu solusi melawannya. Sebagai masyarakat Indonesia tentu zero waste bisa mulai kita terapkan dari baik dari lingkungan rumah kita maupun hingga mendorong bos-bos kita di kantor untuk juga menggunakan filosofi ini dan terus mendukung komunitas-komunitas dan organisasi yang menerapkannya. Semua ini hanya untuk satu tujuan akhir, yaitu Indonesia yang bebas dari sampah dan pencemaran lingkungan.

 

 Rayhan Akbar - Content Director of Ferma

 


 

 

 

 

Fotografi dan Momen
 
Photography is a way of feeling, of touching, of loving. What you have caught on film is captured forever. It remembers little things, long after you have forgotten everything.”
— Aaron Siskind
 
Momen, merupakan waktu relatif singkat. Banyak hal yang dapat terjadi dalam waktu yang singkat ini. Beberapa momen bahkan tidak dapat diulang kembali. Baik momen bertemu dengan keluarga, berlibur bersama teman dekat, atau peristiwa - peristiwa yang tidak anda rencanakan mungkin menjadi contoh momen - momen yang anda rasakan dan tak dapat diulang.
          Tak dapat diulang yang dimaksud bukan berarti tidak dapat benar - benar diulang. Anda tentu dapat kembali bertemu dengan keluarga atau berlibur dengan teman - teman anda kapan saja. Namun, momen - momen tersebut tidak mengulang momen yang sudah terjadi sebelumnya melainkan menjadi momen - momen yang baru.
       Fotografi tentu dalam posisi ini mengambil peran penting. Ya, Peranan penting fotografi tersebut adalah mengabadikan momen tersebut. Saat peristiwa terjadi, anda tentu langsung mengambil kamera anda dan membidik peristiwa tersebut. saat strap anda terangkat dan shutter kamera ditekan, peristiwa tersebut itu seolah berhenti dalam detik itu juga dan diabadikan dalam foto.
          Tidak hanya membingkai dalam bentuk gambar, Foto juga mengabadikan perasaan . Senang atau sedih, atau bahkan perasaan - perasaan lainnya yang anda rasakan dalam momen tersebut dapat anda kenang dalam bentuk foto. Foto seolah olah mengingat hal - hal kecil yang mungkin dengan mudah dapat anda lupakan.
          Ferma Leather Straps menjadi pelengkap bagi anda dalam mengabadikan momen - momen tersebut. Apa pun kamera yang anda gunakan, Ferma Leather selalu setia menjadi penghubung antara anda dengan kamera yang anda pilih dalam mengabadikan peristiwa dalam perjalanan anda. Dengan kamera strap Ferma Leather, momen yang anda abadikan akan meninggalkan memori yang tak akan anda lupakan.

            So, don't  forget to keep a picture as reminder of your beautiful journey in this life.

 

Rifqi Maulana – Creative Director of Ferma







Reviewer : @dhimaswicak (www.dhimaswicak.com)

When choosing a strap, usually i prefer to choose a wrist strap. Its size won’t fill your bag as much as neck strap, yet it keeps you unobtrusive when out shooting and it helps you “hide” your camera under your palm incase something happened. Using a neck strap in my opinion just feel like I’m telling everyone that I am the photogeeks who is gonna shoot everything in front of me.

But then I realize that the more i walk using a wrist strap, the more I tend to put my camera on my bag, because it just slips easily to my camera bag. Unlike using a neck strap, my camera tend to be around my neck until i done shooting.

Continue Reading---->




Reviewer : @iyoskusuma (www.guratankaki.com)


Satu tahun menggunakan kamera mirrorless memberi saya pengalaman yang menyenangkan. Saya merayakan waktu luang dengan cara yang berbeda: membingkai peristiwa dan lanskap Indonesia dengan jepretan lensa.

Bulan-bulan pertama memiliki kamera adalah masa saya menjajal segala jenis fotografi. Belajar mengarahkan gaya kepada teman yang sukarela menjadi model, berlatih memotret produk, hingga hati saya tertambat untuk mendalami fotografihuman interest. Saya mengasah rasa agar peka menangkap momen-momen menarik yang dilakukan orang-orang di sekitar saya. Mengesankan.

Continue Reading--->